Siswi SD Sukabumi Kehilangan Kesempatan Olimpiade Sains akibat Listrik Padam

Air mata Nadia Putri Muda Paramita tak terbendung setelah proses seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SD secara daring berakhir. Siswi kelas 5 SDN Gandasoli, Cireunghas, Sukabumi ini mendapati mimpinya untuk meraih medali emas hancur akibat pemadaman listrik yang mendadak.

Insiden yang terjadi pada OSN daring ini menarik perhatian netizen dan menjadi viral di berbagai platform sosial media. Kejadian tersebut bukan hanya menyedihkan bagi Nadia, namun juga mencerminkan berbagai tantangan yang dihadapi siswa dalam berpartisipasi di kompetisi akademik di era digital.

Pengawas OSN di SDN Gandasoli, Isop Sopiah, menjelaskan bahwa ujian berjalan lancar hingga sesi terakhir yang dijadwalkan pukul 13.00-14.00 WIB. Namun, naasnya, aliran listrik mendadak terputus pada pukul 13.45 WIB, saat waktu pengerjaan hampir sampai di ujungnya.

Insiden Pemadaman yang Mengguncang Seleksi OSN di Sukabumi

Menurut Isop, saat sesi terakhir, sempat ada beberapa murid yang mengalami masalah teknis seperti layar nge-freeze. Ketika salah satu siswa mencoba login kembali, listrik padam total, mengakibatkan semua peserta terjebak dalam ketidakpastian.

Usaha pihak sekolah untuk menunggu lampu menyala kembali pun tidak membuahkan hasil. Dalam kondisi kelas yang gelap gulita, siswa merasa bingung dan panik, tidak tahu bagaimana menyikapi situasi yang mendesak ini.

Direktur sekolah juga menyayangkan kurangnya komprehensif dari PLN yang tidak memberikan informasi sebelumnya tentang pemadaman, sehingga sekolah tidak dapat menyiapkan cadangan daya. Hal ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan agar kejadian serupa tidak terulang.

Perjuangan Nadia Menghadapi Tantangan di OSN

Bagi Nadia, kegagalan ini sangat menyakitkan setelah enam bulan belajar intensif demi mengikuti OSN di bidang IPS. Ia sempat panik karena waktu untuk menyelesaikan soal terus berjalan, sementara kondisi laptopnya mati.

Nadia menyatakan bahwa waktu 15 menit terakhir samasekali tidak cukup untuk mengatasi situasi tersebut. Padahal, ia merasa sudah siap dan semangat untuk menjawab soal-soal yang diujikan.

Dari total 60 soal, Nadia telah berhasil menjawab 40 soal dengan baik. Ia melihat ajang OSN sebagai kesempatan untuk menyongsong cita-citanya dan membanggakan orang tua.

Impian Besar Seorang Siswa di Tengah Rintangan

Dari pandangannya, cita-cita Nadia adalah menjadi seorang diplomat, dan ia berharap berprestasi dalam OSN agar dapat membuat orang tuanya bangga. Dengan persiapan yang telah dilakukan, harapannya untuk meraih juara sangatlah besar.

Meski Nadia mencoba tegar dan ikhlas menerima kegagalan tersebut, harapannya tetap ada agar panitia pusat menggelar ujian ulang bagi peserta yang terdampak gangguan di luar kendali. Ia ingin ada kebijakan yang memperhitungkan kondisi tak terduga seperti pemadaman listrik.

“Jika ada ujian ulang, saya sangat berharap bisa mengikuti kembali. Namun jika tidak bisa, saya akan coba menerima kenyataan ini,” ujar Nadia. Kesadaran akan pentingnya persiapan dan pemberitahuan tentang kondisi seperti pemadaman listrik diharapkan bisa diperbaiki di masa mendatang.

Related posts